SEMANTICS
Hallo
guys how are you,,?
Okk
guys,,,Hari ini saya akan membahas materi semantics
1. Apakah Semantik
Itu?
Ada dua cabang utama linguistik yang khusus menyangkut
kata yaitu etimologi, studi
tentang asal usul kata, dan semantik
atau ilmu makna, studi tentang
makna kata. Di antara kedua ilmu itu, etimologi sudah merupakan disiplin ilmu
yang lama mapan (established), sedangkan semantik relatif merupakan hal yang
baru.
Kata semantik
berasal dari bahasa Yunani sema
yang artinya tanda atau lambang (sign). “Semantik” pertama kali digunakan oleh
seorang filolog Perancis bernama Michel Breal pada tahun 1883. Kata semantik
kemudian disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang
mempelajari tentang tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya.
Oleh karena itu, kata semantik dapat diartikan sebagai ilmu tentang makna atau
tentang arti, yaitu salah satu dari tiga tataran analisis bahasa: fonologi,
gramatika, dan semantik.
Dari defenisi-defenisi di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan semantik adalah salah satu cabang studi
linguistik yang membahas tentang makna.
JENIS- JENIS MAKNA
Karena bahasa itu digunakan untuk berbagai
kegiatan dan keperluan dalam kehidupan bermasyarakat, maka makna bahasa itu pun
menjadi bermacam-macam dilihat dari segi atau pandangan yang berbeda. Berbagai
nama jenis makna telah dikemukakan oleh orang dalam berbagai buku linguistik
atau semantik. Abdul Chaer (1994 : 289 – 296) membagi jenis-jenis makna sebagai
berikut:
1.
Makna Leksikal dan Makna Gramatikal
2. Makna Referensial
dan Nonreferensial
3.
Makna Denotatif dan
Konotatif
4.
Makna Kata dan Makna Istilah
5. Makna Konseptual
dan Makna Asosiatif
6. Makna Idiomatikal
dan Peribahasa
7. Makna Kias
1. Makna Leksikal dan Makna
Gramatikal
Leksikal adalah bentuk adjektif yang
diturunkan dari bentuk nomina leksikon. Satuan dari leksikon adalah leksem,
yaitu satuan bentuk bahasa yang bermakna. Kalau leksikon kita samakan dengan
kosakata atau perbendaharaan kata, maka leksem dapat kita persamakan dengan
kata. Dengan demikian, makna leksikal dapat diartikan sebagai makna yang
bersifat leksikon, bersifat leksem, atau bersifat kata.
Makna leksikal biasanya
dipertentangkan dengan makna gramatikal. Kalau makna leksikal berkenaan dengan
makna leksem atau kata yang sesuai dengan referennya, maka makna gramatikal ini
adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses gramatika seperti proses
afiksasi, proses reduplikasi, dan proses komposisi
2.
MAKNA
REFERENSIAL DAN NONREFERENSIAL
Perbedaan makna referensial dan makna nonreferensial
berdasarkan ada tidak adanya referen dari kata-kata itu. Bila kata-kata itu
mempunyai referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata itu, maka
kata tersebut disebut kata bermakna referensial. Kalau kata-kata itu tidak mempunyai
referen, maka kata itu disebut kata bermakna nonreferensial. Kata meja termasuk kata yang bermakna
referensial karena mempunyai referen, yaitu sejenis perabot rumah tangga yang
disebut ’meja’. Sebaliknya kata karena
tidak mempunyai referen, jadi kata karena
termasuk kata yang bermakna nonreferensial.
3.
MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF
Makna denotatif pada dasarnya sama dengan makna
referensial sebab makna denotatif lazim diberi penjelasan sebagai makna yang
sesuai dengan hasil observasi menurut penglihatan, penciuman, pendengaran,
perasaan, atau pengalaman lainnya. Jadi, makna denotatif ini menyangkut
informasi-informasi faktual objektif. Oleh karena itu, makna denotasi sering
disebut sebagai ’makna sebenarnya’(Chaer, 1994). Umpama kata perempuan dan wanita kedua kata itu mempunyai dua makna yang sama, yaitu
’manusia dewasa bukan laki-laki’.Sebuah kata disebut mempunyai makna konotatif
apabila kata itu mempunyai ”nilai rasa”, baik positif maupun negatif. Jika
tidak memiliki nilai rasa maka dikatakan tidak memiliki konotasi. Tetapi dapat
juga disebut berkonotasi netral. Makna konotatif dapat juga berubah dari waktu
ke waktu. Misalnya kata ceramah
dulu kata ini berkonotasi negatif karena berarti ’cerewet’, tetapi sekarang
konotasinya positif.
4. MAKNA KATA DAN
MAKNA ISTILAH
Setiap kata atau leksem memiliki makna, namun dalam
penggunaannya makna kata itu baru menjadi jelas kalau kata itu sudah berada di
dalam konteks kalimatnya atau konteks situasinya. Berbeda dengan kata, istilah mempunyai makna yang jelas,
yang pasti, yang tidak meragukan, meskipun tanpa konteks kalimat. Oleh karena
itu sering dikatakan bahwa istilah
itu bebas konteks. Hanya perlu diingat bahwa sebuah istilah hanya digunakan
pada bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Perbedaan antara makna kata dan
istilah dapat dilihat dari contoh berikut
(1) Tangannya luka kena pecahan kaca.
(2) Lengannya luka kena pecahan kaca.
Kata tangan
dan lengan pada kedua kalimat
di atas adalah bersinonim atau bermakna sama. Namun dalam bidang kedokteran
kedua kata itu memiliki makna yang berbeda. Tangan bermakna bagian dari pergelangan sampai ke jari tangan;
sedangkan lengan adalah bagian
dari pergelangan sampai ke pangkal bahu
5 MAKNA
KONSEPTUAL DAN MAKNA ASOSIATIF
Leech (1976) membagi makna menjadi makna konseptual
dan makna asosiatif. Yang dimaksud dengan makna konseptual adalah makna yang
dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apa pun. Kata kuda memiliki makna konseptual
’sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai’. Jadi makna konseptual
sesungguhnya sama saja dengan makna leksikal, makna denotatif, dan makna
referensial.
Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah
leksem atau kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang
berada di luar bahasa. Misalnya, kata melati
berasosiasi dengan sesuatu yang suci atau kesucian.
6 MAKNA
IDIOMATIKAL DAN PERIBAHASA
Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat
”diramalkan” dari makna unsur-unsurnya, baik secara leksikal maupun secara
gramatikal. Contoh dari idiom adalah bentuk membanting tulang dengan makna ’bekerja keras’, meja hijau dengan makna ’pengadilan’.
Berbeda dengan idiom, peribahasa memiliki makna yang
masih dapat ditelusuri atau dilacak dari makna unsur-unsurnya karena adanya
”asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa. Umpamanya
peribahasa Seperti anjing dengan
kucing yang bermakna ’dikatakan ihwal dua orang yang tidak pernah akur’.
Makna ini memiliki asosiasi, bahwa binatang yang namanya anjing dan kucing jika
bersua memang selalu berkelahi, tidak pernah damai.
7 MAKNA KIAS
Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan istilah arti
kiasan digunakan sebagai oposisi dari arti sebenarnya. Oleh karena itu, semua
bentuk bahasa (baik kata, frase, atau kalimat) yang tidak merujuk pada arti
sebenarnya (arti leksikal, arti konseptual, atau arti denotatif) disebut
mempunyai arti kiasan. Jadi, bentuk-bentuk seperti puteri malam dalam arti ’bulan’, raja siang dalam arti ’matahari’.
Thank you